Jakarta, CNN Indonesia

Nilai tukarĀ rupiah dibuka di posisi Rp15.960 perĀ dolar AS pada perdagangan Selasa (2/4). Mata uang Garuda melemah 66 poin atau 0,41 persen dari posisi sebelumnya.

Senada, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak di zona merah. Tercatat, won Korea Selatan melemah 0,28 persen, peso Filipina melemah 0,17 persen, baht Thailand minus 0,17 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,37 persen.

Kemudian dolar Singapura melemah 0,02 persen, yen Jepang minus 0,07 persen, dan yuan China minus 0,03 persen. Hanya dolar Hong Kong yang menguat 0,02 persen.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setali tiga uang, mayoritas mata uang di negara maju pun terpantau melemah. Tercatat, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, euro Eropa melemah 0,10 persen, dolar Kanada minus 0,01 persen, dan franc Swiss minus 0,15 persen.

Hanya dolar Australia yang menguat 0,11 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini setelah data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS versi ISM pada Maret menunjukkan ekspansi dibandingkan bulan sebelumnya.

“Dengan hasil PMI yang mengejutkan ini, ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga acuan AS datang lebih cepat bisa menurun sehingga mendorong penguatan dolar AS kembali terhadap nilai tukar lainnya,” kata Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, dari dalam negeri, data inflasi Maret secara tahunan terlihat kembali menaik. Menurutnya, inflasi yang meninggi bisa menurunkan daya beli masyarakat.

“Ini bisa mengundang kekhawatiran pasar terhadap laju perekonomian dalam negeri. Apalagi ditambah dengan prospek inflasi tahun depan dimana PPN akan dinaikkan,” tuturnya.

Berdasarkan sentimen di atas, ia pun memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.880 sampai Rp15.980 per dolar AS pada hari ini.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *