Jakarta, CNN Indonesia

Terletak diĀ Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Desa Ibru mungkin tak sepopuler desa lain. Namun, di balik kesederhanaannya, Ibru menyimpan potensi luar biasa dan mampu mengubah nasib warganya.

Di mana desa kecil dengan 271 kepala keluarga ini memiliki lubuk air bersih yang jernih dan melimpah. Tak hanya itu, lahan tidur yang luas pun menjadi peluang untuk diolah secara maksimal.

Sadar akan potensi tersebut, Desa Ibru tak mau tinggal diam. Dipimpin oleh BUMDes Suka Makmur, desa ini berinovasi dengan mengembangkan tanaman biofarmaka, khususnya kunyit.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur BUMdes Suka Makmur, Anggoro Kasih menjelaskan, tanaman biofarmaka merupakan tanaman yang berguna sebagai obat herbal atau jamu.

Jenis tanaman tersebut, kata dia, sangat mudah ditanam di lahan kering. Selain itu juga, tanaman ini mudah untuk dipanen dengan umur panen yang cukup singkat.

Berbagai penelitian dan inovasi terus dilakukan BUMDes Suka Makmur hingga akhirnya pada 2022, mencoba inovasi lain dari produk turunan kunyit, yaitu sabun batang kunyit.

“Sabun kunyit diproduksi selain untuk digunakan untuk rumah tangga, tapi juga sebagai oleh-oleh,” kata Anggoro dikutip Kamis (28/3).

Tidak sampai di situ, pihaknya terus melakukan inovasi lainnya. Seperti kerupuk kunyit, pewangi ruangan, serbuk kunyit kristal, hingga memanfaatkan kulit kunyit sebagai eco enzim.

Dengan demikian, membudidayakan tanaman biofarmaka terbukti dapat membantu kesejahteraan para petani di Desa Ibru. Apalagi Desa Ibru didukung dengan potensi alam melimpah, dengan begitu masyarakatnya dapat ambil bagian dalam mengembangkan industri yang berbahan baku tanaman obat di Indonesia.

Dalam proses pengembangan dan pengolahan kunyit, BUMDes dibantu oleh dua kelompok tani dan masyarakat sekitar. Untuk budidaya kunyit, BUMDes meminta warganya untuk menanam kunyit di pekarangan rumah.

Dalam proses budidaya itu, BUMDes juga ikut mengedukasi kelompok tani. Dari proses pengembangan produk turunan, ternyata diketahui bahwa setiap produk yang akan dihasilkan, memiliki masa panen yang berbeda-beda.

Semakin Kuat Karena Program Desa BRILiaN

Anggoro menambahkan, Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Desa Ibru untuk menjadi desa percontohan di Provinsi Jambi. Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Ibru juga telah dijadikan Desa Laboratorium Terpadu (DLT).

Hal itu karena Desa IbruĀ aktif menggerakkan masyarakat, khususnya para kelompok petani, untuk melakukan kegiatan diversifikasi produk berbasis potensi lokal.

“Mantri dari BRI menyarankan kami untuk mengikuti program Desa BRILian. Selama mengikuti program Desa BRILian, Desa kami aktif mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan dari klaster usaha dari BRI. Banyak pelatihan yang diberikan, mulai dari manajemen marketing, manajemen keuangan, hingga terkait packaging,” ujarnya.

Saat ini, produk kunyit milik Desa Ibru juga sudah diperkenalkan ke dua negara tetangga, yaitu Turki dan Malaysia, serta mendapatkan respon yang sangat baik.

Bahkan, produk mereka telah meraih penghargaan sebagai Desa Inovatif dan Digitalisasi Terbaik. Selanjutnya, Desa Ibra melalui BUMDes Suka Makmur berencana mengembangkan produk turunan kunyit lainnya.

Produknya seperti body wash yang bekerja sama dengan mitra yang berpengalaman di bidangnya. BUMDes Suka Makmur juga akan membangun rumah digital, rumah produksi, rumah pencucian rimpang, rumah pengeringan.

Semuanya dibangun dalam satu area yang sama, bukan sekadar untuk tujuan produksi semata, tapi beberapa area itu juga dapat dijadikan sebagai potensi wisata baru.

“Kami akan buat agroindustri dan agrowisata biofarmaka. Jadi tempat yang kami bangun akan jadi objek wisata berbasis industri,” kata Anggoro.

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development.

Hingga akhir tahun 2023 tercatat terdapat 3.178 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.

“Program Desa BRILiaN ini adalah contoh nyata komitmen BRI sebagai perusahaan BUMN dalam menerapkan economic value dan social value secara bersamaan, sehingga tidak perlu dipertentangkan, dengan kemampuan BRI menavigasi tantangan dengan baik maka tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik,” ujar Sunarso.

(inh/inh)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *